Jumat, 02 Januari 2015

Pengurus Ummi Surabaya 2015


Susunan Pengurus Ummi Surabaya 2015

Pembina:
KH. Ahmad Zul Hilmi Ghozali

Ketua & Pentashih:
H. Muzammil Masduqi, S.Ag

Mg. Training-Keu: 
Hadziq Asy-Syairofi, SHI

Pj. Tashih: 
Dewi Noor Miftachu Ch. SKM

Pj. Tahsin: 
Muhammad Ma’ruf, S.Pd.I
M. Umar Faruk, S.Ag

Pj. Kursus: 
Gojin Abdul Rohman, S.Pd.I

Pj. Munaqasah: 
Anisah Ch, S.Pd.I

Mg. Khatimhan: 
Drs. H. Moh. Arif Syueb, M.Pd.I 

Mg. Supervisi: 
Mokhamad Ajib, S.Pd

Mg. Admin: 
A. Mufti Hidayat, SHI

Mg. Buku: 
M. Auliyaul Karim M.Z

Mg. Fusilat: 
Imam Busyairi, S.Pd.I

Semoga dimudahkan oleh Allah dalam mengemban dan menjalankan amanah.
Disertai penuh keikhlasan hingga menggapai ridho Allah SWT..!

Kamis, 01 Januari 2015

Raker Ummi Surabaya 2015

Kerja, kerja, kerja..! 
Begitulah spirit yang didengungkan oleh Dahlan Iskan, mantan menteri BUMN era presiden SBY.
Eit.. Di sini tidak akan membahas tentang kinerja kabinet bersatu jilid 2, melainkan program kerja pengurus Ummi Surabaya 2014. 
Alhamdulillah, program Ummi Surabaya berjalan dengan baik. Kendati demikian, bukan berarti tanpa hambatan. berbagai tantangan pun dilalui oleh tim Surabaya. Nah, saai inilah pengurus Ummi Surabaya melakukan laporan pertanggungjawaban (LPJ) setelah setahun menjalankan amanat sebagai pengurus Ummi daerah Surabaya. Tentu, agenda hari ini tidak hanya raker tapi juga sekaligus Rapat Kerja (Raker) untuk program di tahun 2015.

Bertempat di kantor pusat Ummi Foundation, Jl. Gayungsari Barat X/6 Surabaya, acara ini dihadiri 8 pengurus. Tampak di situ Ustadz H. Muzammil Masduqi, Ustadz M. Arif Syueb, Ustadz Hadziq Asy Syairofi, Ustadz Ajib, Ustadz Khozinul Ilmi, Ustadz Imam Busyairi, Ustadz Auliya'ul Karim dan Mufti Hidayat.
Semoga Raker Ummi Surabaya berjalan dengan lancar, dimudahkan dan diridho'i oleh Allah SWT..!

Kamis, 02 Oktober 2014

Kebijakan Sistem Mutu Metode Ummi

10 KEBIJAKAN SISTEM MUTU METODE UMMI

1.Ummi Foundation ( UF ) tidak menjual buku tapi lebih menawarkan sistem
2.Mutu pembelajaran Al Quran sangat dipengaruhi langsung oleh tiga hal :
   a. Buku / Metode yang bermutu
   b. Guru yang bermutu
   c. Sistem yang bermutu
3. Buku Ummi hanya bisa dibeli oleh mereka yang memilki sertifikat Ummi :
    a. Untuk perorangan menunjukkan sertifikat ummi, jumlah santri dan basis lembaga yang diikuti.
    b. Untuk lembaga 60 % gurunya harus sudah bersertifikat Ummi. Bagi guru di lembaga tersebut yang belum                 memilki  sertifikat diberi kesempatan untuk mendapatkan sertifikat paling lambat 2x 3 bulan.
4.Semua pengguna Ummi harus berkomitmen untuk bersama-sama menjaga amanah terhadap mutu pengajaran Al    Qur’an dan mutu akhlak para pengajar serta program tahsin ibadah - akhlak para siswa / santri.
5.Sertifikat hanya dikeluarkan oleh UF. Sertifikat santri / siswa dikeluarkan melalui Munaqosah dan untuk guru            melalui Sertifikasi
6.Lembaga yang menjalankan sistem Ummi akan mendapatkan nomor register dan piagam yang harus dipasang di      kantor lembaga
7.Jika ada lembaga yang belum memenuhi syarat maka akan diberi kesempatan 2 x 6 bulan dengan bimbingan dari UF
8.Ada tiga tingkatan akreditasi untuk lembaga yang menggunakan Ummi :
A : Baik B : Cukup C: Kurang

Penilaian didasarkan pada lima hal :
  a.Jumlah guru yang bersertifikat.
  b.Jumlah hari efektif pembelajaran Al Qur’an ( 4 - 5 hari dalam satu pekan dengan setiap pertemuan 60-70 menit )
  c.Rasio guru dan murid (1 guru mengajar 10 siswa atau maksimal 15 siswa)
  d.Implementasi sistem manajemen dan pembelajaran metode Ummi
  e.Tingkat kelulusan tiap tahun (mengikuti Munaqosah, Imtihan & Khotaman)

9.Ada tiga tingkat Quality Control yang harus dijalankan untuk menjaga mutu hasil sistem Ummi, yaitu dari kepala TPQ / koordinator sekolah, Manajer Kab. / Kodya dan Ummi Foundation Pusat
10. Aktifitas peningkatan mutu harus terjadi di tiap tingkatan struktur pada organisasi UF dan jaringannya. Mulai dari tingkat TKQ-TPQ/ sekolah, Manajer Kab. / Kodya maupun Ummi Foundation Pusat.